morning blue #1
>> 20.6.11
Rasanya ingin membebaskan diri ini dari rasa… apa ini namanya? Rasa ini apa namanya?
biru?
Ingin membebaskannya berlarian di padang yang berumput hijau, berlarian sambil mengejar kupu-kupu, berputar-putar di antara bunga yang tumbuh bermekaran dengan indahnya, dan tiba-tiba secara ajaib tubuh ini berpindah merasakan lembutnya pasir pantai, yang kemudian basah, dingin karna diserbu deburan ombak, tubuh ini terasa akan terbawa oleh ombak yang menyapu bibir pantai mengenai kedua kaki ku ini. Berputar-putar di pinggir pantai membentangkan tangan sambil berteriak sekencang-kencangnya
Aku menoleh sekali lagi ke arah handphone, tidak berdering, lampunya tidak berkedip, tidak ada sms, tidak ada telpon pagi ini… haruskah aku meraihnya dan mulai mengetikan huruf demi huruf lalu menekan tombol “send to him”… aku hanya terdiam melihat memandangi benda itu sambil membacakan mantra harapan akan segera datang deringan nada sms atau bahkan telpon dengan tampilan id di layar “him”.. mantra ku tidak mempan :(
Apakah handphone ini tertidur? Haruskah kuguncang-guncangkan? Baiklah akan kuguncangkan setidaknya berharap setelah diguncangkan ada sms atau telpon dari dia..
Bodoh!
Banting saja!!
Jangaaaan!!!
kenapa tidak langsung aku sms saja!?
Tapi aku tahu posisi aku, aku mengerti… tidakah dia mengerti pula posisi aku?! Hey ini bukan doggy style atau missionaris… tidak semudah itu… bagaimana kalau ini… bagaimana kalau itu… takut.
Ah tunggu saja.
Masih menunggu...
Masih menunggu...
Dan menunggu...
Sampai kapan?
Aku tidak tahu.
Percaya saja?
Baiklah aku percaya…
Toh aku memang orang yang mudah percaya, katanya demikian.
Kata siapa?
Katanya dia.
Dia siapa?
Ada deh mau tau aja!
Kok jadi dialog begini?
Ya suka-suka dong
Merasa baikan sekarang?
Belum
Hmmm sedikit
biru?
Ingin membebaskannya berlarian di padang yang berumput hijau, berlarian sambil mengejar kupu-kupu, berputar-putar di antara bunga yang tumbuh bermekaran dengan indahnya, dan tiba-tiba secara ajaib tubuh ini berpindah merasakan lembutnya pasir pantai, yang kemudian basah, dingin karna diserbu deburan ombak, tubuh ini terasa akan terbawa oleh ombak yang menyapu bibir pantai mengenai kedua kaki ku ini. Berputar-putar di pinggir pantai membentangkan tangan sambil berteriak sekencang-kencangnya
Aku menoleh sekali lagi ke arah handphone, tidak berdering, lampunya tidak berkedip, tidak ada sms, tidak ada telpon pagi ini… haruskah aku meraihnya dan mulai mengetikan huruf demi huruf lalu menekan tombol “send to him”… aku hanya terdiam melihat memandangi benda itu sambil membacakan mantra harapan akan segera datang deringan nada sms atau bahkan telpon dengan tampilan id di layar “him”.. mantra ku tidak mempan :(
Apakah handphone ini tertidur? Haruskah kuguncang-guncangkan? Baiklah akan kuguncangkan setidaknya berharap setelah diguncangkan ada sms atau telpon dari dia..
Bodoh!
Banting saja!!
Jangaaaan!!!
kenapa tidak langsung aku sms saja!?
Tapi aku tahu posisi aku, aku mengerti… tidakah dia mengerti pula posisi aku?! Hey ini bukan doggy style atau missionaris… tidak semudah itu… bagaimana kalau ini… bagaimana kalau itu… takut.
Ah tunggu saja.
Masih menunggu...
Masih menunggu...
Dan menunggu...
Sampai kapan?
Aku tidak tahu.
Percaya saja?
Baiklah aku percaya…
Toh aku memang orang yang mudah percaya, katanya demikian.
Kata siapa?
Katanya dia.
Dia siapa?
Ada deh mau tau aja!
Kok jadi dialog begini?
Ya suka-suka dong
Merasa baikan sekarang?
Belum
Hmmm sedikit


2 comments:
Desole si je vous ai fait attendre et vous faire bouleverse ce matin, je souhaite juste que tu savais que je t'aimais et que vous manquez tous les jours et ne s'ennuient jamais ..
Vous avez toujours me faire rire et aussi calme chaque fois que j'ai des problèmes ..
Je t'aime
U'r Bear..
:')
really love you........
Post a Comment